Desa JELANTIK : Pengembangan Wisata Melalui Pendekatan Geologi dan Geowisata

Desa Jelantik: Pilot Project Pemuda Rinjani Mandiri (PRIMA) Untuk Pengembangan Wisata Pedesaan Melalui Pendekatan Geologi dan Geowisata.

Desa Jelantik adalah sebuah desa di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Mayoritas penduduk desa Jelantik adalah petani dan pertanian di desa ini cukup maju karena didukung oleh sarana irigasi yang memadai.

Di desa tersebut, terdapat sebuah bendungan yang dibangun dan dikelola oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, yaitu Bendungan Jelantik. Belakangan, keberadaan bendungan mulai dilirik oleh para pemuda setempat sebagai sebuah obyek wisata keluarga.

Mengelola potensi wisata desa, adalah bukan sebuah hal baru bagi Desa Jelantik. Sebelumnya di desa ini pernah dikembangkan wisata kesenian  berbasis alat-alat musik tradisional. Namun kurangnya partisipasi aktif masyarakat menjadikan aktivitas tersebut hanya bersifat sementara.

Kali ini, bersama Lembaga Pemuda Rinjani Mandiri (PRIMA), Desa Jelantik berusaha merajut kembali cerita lama untuk menjadi desa wisata.  Prinsip pengembangan geowisata-pun diterapkan, memadukan tiga unsur utama geowisata yaitu:

  • (1) Geodiversity / kekayaan keanekaragaman unsur kebumian,
  • (2) Biodiversity / kekayaan berupa flora dan fauna, dan
  • (3) Cultural Heritage / kekayaan dan kearifan budaya lokal.

Sinergi tersebut akhirnya menghasilkan Peta Strategi Pengembangan Wisata Desa Jelantik, yang mencanangkan 10  destinasi wisata mikro di Desa Jelantik.

10 destinasi ini antara berupa jalur sepeda baik untuk tipe sporty dan tipe family, sentra agro buah durian, kelengkeng dan alpukat, sebuah pusat kesenian lokal, serta atraksi berupa kebun bunga dan jalur trekking di sekeliling bendungan.

Tak lama setelah Peta Strategi dibuat, Jelantik pun segera menggelar acara perdana: memperkenalkan jalur sepeda mereka. Masih sangat sederhana memang, namun suguhan pemandangan indah berupa areal persawahan di kiri dan kanan sepanjang track sepeda diakui sangat menarik dan atraktif oleh para peserta. Acarapun berlangsung sukses, hangat dan gembira.

Kini Desa Jelantik berbenah untuk melanjutkan ke langkah-langkah berikutnya. Ada live music yang digelar di pinggir bendungan setiap hari Sabtu dan Ahad, dimana kawan-kawan Pokdarwis menghadirkan racikan kopi ciamik yang digelar “Kopi Tanpa Nama”. Selain itu ada “Belajar Musik dan Lontar Sasak” yang digelar setiap 2 minggu sekali.

Dan dalam beberapa waktu ke depan, Jelantik juga bersiap untuk promosi wisata yang lebih besar lagi. Kita tunggu kehadiran event “Jelantik Triathlon 2021” yang akan menghadirkan lomba tiga cabang olahraga: Renang/Canoeing, Bersepeda dan Lari.

Semoga sukses, Jelantik nan Cantik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *